Rabu, 31 Desember 2014

Tari Zapin Melayu dari Riau



SENI Tari adalah gerak indah dan berirama yang mengandung dua unsur penting: gerak dan irama. Gerak merupakan gejala primer dan juga bentuk spontan dari kehendak yang terdapat di dalam jiwa; sementara irama adalah bunyi teratur yang mengiringi gerak tersebut. Gerak tarian  biasanya diinspirasikan dari pengalaman hidup sehari-hari.
Satu tari tradisional Melayu yang sangat mengakar dan populer adalah Tarian Zapin. Tari ini merupakan satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang. Tarian ini diinspirasikan oleh keturunan Arab yang berasal dari Yaman.

Menurut sejarah, tarian Zapin pada mulanya merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Masyarakat Melayu termasuk seniman dan budayawannya memiliki daya kreasi yang tinggi.
Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun. Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.

Sebutan zapin umumnya dijumpai di Sumatera Utara dan Riau, sedangkan di Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu menyebutnya dana. Julukan bedana terdapat di Lampung, sedangkan di Jawa umumnya menyebut zafin. Masyarakat Kalimantan cenderung memberi nama jepin, di Sulawesi disebut jippeng, dan di Maluku lebih akrab mengenal dengan nama jepen. Sementara di Nusatenggara dikenal dengan julukan dana-dani.





 

Selasa, 30 Desember 2014

Abu Vulkanik VS Abu Neraka


"Tidak ada daya yang menghidupkan dan menghancurkan yang lebih dahsyat selain hati yang anda miliki. Maka isilah ruang hati dengan rasa cinta pada Allah dan sesama."
Nah, saya punya cerita nih teman-teman.seorang kakak dan adiknya yang sedang membahas Abu Vulkanik VS Abu Neraka. dibaca ya,
Mbak : Dik, kok nggak pakai masker sich, kan banyak abu beterbangan!
Adik : Memangnya kenapa mbak?
Mbak : Kamu nggak takut?
Adik : Takut apa mbak?
Mbak : Kalau mulut sama hidung nggak ditutup, nanti abunya bisa masuk, trus ke paru- paru, bahaya, bisa sakit kamu nanti.
Adik : Lha mbaknya kok kepalanya nggak ditutup? Kok Cuma mulut sama hidungnya saja?
Mbak : Lha emangnya kenapa?
Adik : Apa nggak takut masuk… emm.. 
Mbak : Ya enggaklah kan mulut sama hidung sudah ditutup, nggak bakalan masuk itu abu!
Adik : emm…., maksudnya apa nggak takut masuk neraka! Itu kepala kan wajib ditutupi kerudung?
Mbak :???!!!
bukan berarti maksernya dibuka trus pakai kerudung lho ya, pakailah kerudung dan masker yg aman. abu vulkanik yg sekarang menurut beberapa media jika di lihat lewat mikroskop ujung nya runcing, makanya disarankan banget buat pakai masker. dan pakailah jilbab untuk menutupi aurat Anda agar terhindar dari Abu Neraka.

lalu apa yang bisa kalian simpulkan dari cerita ini?